Tongkonan Rante Mandetek

Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Indonesia

Fort Roterdam

Kota Makassar, Sulawesi Selatan - Indonesia

Pantai Bira

Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan - Indonesia

My Antology Book

---

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan - Indonesia

Pantai Losari

Kota Makassar, Sulawesi Selatan - Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Bugis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bugis. Tampilkan semua postingan

Ambo Upe dan Burung Elang Menangkap Perampok Kerbau

Ambo Upe dan Burung Elang Menangkap Perampok Kerbau

Tersebutlah suatu waktu di sebuah desa di daerah Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia, hiduplah seorang kepala desa bernama Ambo Asse' yang memiliki kerbau sebanyak delapan ekor. Ambo Asse' memiliki seorang anak bernama Ambo Upe' yang usianya menanjak remaja. Ambo Upe dikenal sebagai anak yang rajin dan suka menolong siapa saja, serta penyayang binatang, itulah sebabnya ia dipercaya untuk menggembalakan kerbau-kerbau itu oleh bapaknya.

Awal Berdirinya Kerajaan Soppeng

Awal Berdirinya Kerajaan Soppeng

Tertulislah di dalam catatan lontara bahwa jauh sebelum berdirinya kerajaan Soppeng telah ada sistem pemerintahan yang mengatur negeri berdasarkan kesepakatan dari 60 orang pemuka masyarakat. Hal ini bisa terlihat dari jumlah Arung, Paddanreng, Sullewatang dan Pabbicara yang mempunyai daerah kekuasaan masing-masing yang dikoordinir oleh Lili-Lili.

Asal Mula Tanaman Padi Tumbuh Di Sinjai

Asal Mula Tanaman Padi Tumbuh Di Sinjai

Dahulu kala tanaman padi bisa tumbuh dan hidup serta bergerak seperti manusia, akan tetapi tak seorang pun manusia boleh mengetahuinya, karena begitulah yang sudah menjadi ketetapan Yang Maha Kuasa. Tersebutlah pada masa padi bisa berjalan, konon ada sebuah kerajaan besar di Poso, sang raja selalu memerintahkan para abdinya untuk mengikat padi atau “Mappabbesse Ase“ kemudian disimpan di tempat penyimpanan padi yang ada di bawah atap yang biasa disebut “ Rakkeang“.

Pertandingan Bercerita Enam Bersaudara

Pertandingan Bercerita Enam Bersaudara

Pada jaman dahulu kala, di daerah Bugis, hiduplah enam orang bersaudara yang semuanya laki-laki. Mereka baru saja berduka, karena ayah mereka meninggal dunia, dan hanya meninggalkan warisan berupa lima petak sawah. Mengetahui sawah warisan hanya lima petak, sedangkan mereka ada enam bersaudara, maka terjadilah pertengkaran hebat di antara mereka, sebab masing-masing ingin memiliki sawah tersebut.