Tongkonan Rante Mandetek

Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Indonesia

Fort Roterdam

Kota Makassar, Sulawesi Selatan - Indonesia

Pantai Bira

Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan - Indonesia

My Antology Book

---

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan - Indonesia

Pantai Losari

Kota Makassar, Sulawesi Selatan - Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Selatan. Tampilkan semua postingan

Tulangdidi dan Ayam Jantan Ajaib

Tulangdidi dan Ayam Jantan Ajaib

Alkisah pada suatu masa di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, hiduplah sepasang suami istri bernama Dopang dan Bangun. Kala itu sang istri sedang dalam keadaan hamil tua, hingga tiba masanya untuk melahirkan. Saat tiba waktunya melahirkan, maka bersiaplah Dopang untuk menyambut kelahiran bayinya yang sedang dikandung istrinya. Hingga akhirnya lahirlah seorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Tulangdidi.

Ambo Upe dan Burung Elang Menangkap Perampok Kerbau

Ambo Upe dan Burung Elang Menangkap Perampok Kerbau

Tersebutlah suatu waktu di sebuah desa di daerah Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia, hiduplah seorang kepala desa bernama Ambo Asse' yang memiliki kerbau sebanyak delapan ekor. Ambo Asse' memiliki seorang anak bernama Ambo Upe' yang usianya menanjak remaja. Ambo Upe dikenal sebagai anak yang rajin dan suka menolong siapa saja, serta penyayang binatang, itulah sebabnya ia dipercaya untuk menggembalakan kerbau-kerbau itu oleh bapaknya.

Asal Muasal Nama Makassar

Asal Muasal Nama Makassar

Ini adalah sebuah legenda yang berkisah tentang asal mula nama Makassar, ibukota propinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Beginilah kisahnya, pada suatu masa di Kerajaan Gowa, tersebutlah Baginda Raja Tallo ke-VI Mangkubumi Kerajaan Gowa, I Mallingkaang Daeng Mannyonri Karaeng Katangka yang merangkap Tuma'bicara Butta ri Gowa , selama tiga malam berturut-turut bermimpi melihat cahaya yang bersinar terang kemilau nan indah muncul dari arah pesisir Pantai Tallo. Pancaran cahaya itu dalam mimpinya menyebar hingga keseluruh Butta Gowa dan ke negeri sahabat lainnya.

Awal Berdirinya Kerajaan Soppeng

Awal Berdirinya Kerajaan Soppeng

Tertulislah di dalam catatan lontara bahwa jauh sebelum berdirinya kerajaan Soppeng telah ada sistem pemerintahan yang mengatur negeri berdasarkan kesepakatan dari 60 orang pemuka masyarakat. Hal ini bisa terlihat dari jumlah Arung, Paddanreng, Sullewatang dan Pabbicara yang mempunyai daerah kekuasaan masing-masing yang dikoordinir oleh Lili-Lili.

Asal Mula Putri Duyung dan Lumba-Lumba Versi Makassar

Asal Mula Putri Duyung dan Lumba-Lumba Versi Makassar

Jaman dahulu kala di pesisir pantai Tope Jawa, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, hiduplah sepasang suami istri bernama Daeng Kulle dan Daeng Bau’. Kehidupan keluarga ini serba kekurangan, meskipun demikian Daeng Kulle tak pernah mengeluh, dan bila marah ia hanya berdiam diri saja. Pada suatu hari Daeng Kulle pergi ke laut mencari ikan dengan menggunakan jala untuk dimakan bersama istrinya. Namun nasib baik tidak berpihak pada Daeng Kulle, karena setelah sekian lama menjala, dia hanya memperoleh satu ekor ikan kecil saja.

Asal Mula Tanaman Padi Tumbuh Di Sinjai

Asal Mula Tanaman Padi Tumbuh Di Sinjai

Dahulu kala tanaman padi bisa tumbuh dan hidup serta bergerak seperti manusia, akan tetapi tak seorang pun manusia boleh mengetahuinya, karena begitulah yang sudah menjadi ketetapan Yang Maha Kuasa. Tersebutlah pada masa padi bisa berjalan, konon ada sebuah kerajaan besar di Poso, sang raja selalu memerintahkan para abdinya untuk mengikat padi atau “Mappabbesse Ase“ kemudian disimpan di tempat penyimpanan padi yang ada di bawah atap yang biasa disebut “ Rakkeang“.

Buen Manik dan Batu Berlobang

Buen Menik dan Batu Berlobang

Pada suatu masa di Tana Toraja, hiduplah seorang ibu yang memiliki anak perempuan usia remaja yang bodoh bernama Buen Manik. Buen Manik memiliki seorang adik perempuannya bernama Pangi yang masih bayi. Ayah dari kedua anak ini sudah meninggal, saat ini mereka hidup dari usaha ibunya yang sehari-hari mencari nafkah dengan menenun.

Pertandingan Bercerita Enam Bersaudara

Pertandingan Bercerita Enam Bersaudara

Pada jaman dahulu kala, di daerah Bugis, hiduplah enam orang bersaudara yang semuanya laki-laki. Mereka baru saja berduka, karena ayah mereka meninggal dunia, dan hanya meninggalkan warisan berupa lima petak sawah. Mengetahui sawah warisan hanya lima petak, sedangkan mereka ada enam bersaudara, maka terjadilah pertengkaran hebat di antara mereka, sebab masing-masing ingin memiliki sawah tersebut.

La Dana dan Sappang serta Kerbau

La Dana dan Sappang serta Kerbau

Alkisah pada zaman dahulu kala di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan hiduplah seorang petani yang memiliki seorang anak bernama La Dana. Semua orang mengenal La Dana sebagai anak yang cerdik, namun sayang kecerdikan itu dipergunakan untuk membuat orang lain terpedaya demi keuntungan pribadinya semata.